Labels

Skip to main content

TUN M DI PUTRAJAYA

 

 

 
    Tun M di Putrajaya. Bersama rakyat  menyaksikan perbarisan hari kemerdekaan ke 69 tahun negara.

Di atas kerusi roda, di bawah panas matahari pagi, Tun M menyaksikan perarakan, pertunjukan udara TUDM dan selebihnya menyaksikan semangat dan kecintaan yang terlahir dari anak-anak muda yang hadir, dari rakyat Malaysia yang berdiri menyatakan cinta negara.

 Tun M tetap senyum. Bangga dengan kemerdekaan negara dan pada usia 101 tahun masih dapat menyaksi segala kemeriahan, semangat dan cinta yang dizahirkan oleh rakyat negara ini. Berada di  tengah khalayak dalam usia 101 tahun, panas dan terik pagi mencetuskan rasa pedih dan pilu dalam kalangan mereka yang menyaksikan Tun M.

 Media sosial menjadi tempat menzahirkan emosi dan rasa simpati kepada negarawan yang persis menumpang di bumi Putrajaya yang dibangunkan dengan tangannya sendiri.

Tak ada tempat bagi Tun M di Putrajaya. Tapi di hati rakyat Malaysia tersedia tempat untuk cinta itu tumbuh.

Ada yang menangis, ada yang merasa pilu, ada yang terharu. Begitulah di celah paluan genderang dan terompet lagu perbarisan jiwa manusia bergelora menahan pilu dan sayu menatap bagaimana sang negarawan diperbuatkan.

Memang rakyat Malaysia mulia hatinya. Sulong yang berjalan sendirian menuju hutan simpan dikhuatiri keselamatan. Banyak airmata mengalir kerana simpati dan pilu dengan kejadian berlaku tetapi begitulah warna jiwa dan hati rakyat.

Apabila menatap seorang negarawan berusia 101 tahun di bawah terik matahari  memang banyak jiwa yang hangus dan lebur. Rasa simpati rasa dukacita, rasa payah dan perih tak dapat digambarkan. Ditulis di ruang media sosial. Mereka menghormati seorang manusia. Mereka sangat mencintai dirinya. 

 Apa silap dan salahnya tak diberi seinci ruang untul dirinya duduk dengan lebih selesa untuk sebuah merdeka? Tidak pernahkah ada rasa pilu dan nestapa bagi para pemimpin dan mereka yang berada di puncak kuasa menatap segala ini?

Hanya untuk menyambut merdeka, tidak sampai pentas yang besar, tapi masih tak disediakan untuk seorang bekas Perdana Menteri.

Kita melihat manusia dan menatap hati mereka. 

   

 

 

Blog ini didedikasikan kepada Tun M bermula julai 2024 sebagai fokus utama. Memberi ruang untuk memuatkan sesuatu tentang pemikiran, sikap, tindakan, tulisan, pandangan dari seorang yang cukup berharga untuk negara ini. Semoga memberi sesuatu kepada pembaca.

Comments